Wednesday, November 27, 2013

Fitur-Fitur Phreebooks

1. Pelanggan
  • Termin Pembayaran per Pelanggan
  • Alamat pengiriman dan tagihan tidak terbatas
  • Akun penjualan per pelanggan
  • Penerimaan Pelanggan
  • Pesanan Penjualan, Faktur Penjualan, dan Point of Sale
  • Manajemen Pesanan Penjualan
2. Pemasok
  • Termin Pembayaran per Pemasok
  • Alamat Pemasok dan pembayaran tidak terbatas
  • Akun biaya per pemasok
3. Persediaan
  • Berbagai macam tipe persediaan: Stok, Asembling, Master Stok, Non Stok, Jasa, Labor, dan Deskripsi
  • Metode Pembiayaan Persediaan: FIFO, LIFO, dan Rata-rata
  • Multi level harga jual hingga 5 level
  • Manajemen Level Stok
  • Setting akun penjualan, persediaan, dan harga pokok penjualan per item
  • Serial Number
  • Group Persediaan dan Manajemen Field yang dapat di kostumisasi
4. Kas/Bank
  • Penerimaan pembayaran dari pelanggan
  • Pembayaran ke pemasok
  • Manajemen pembayaran, dapat membayar beberapa pemasok sekaligus
  • Rekonsiliasi
5. Sumber Daya Manusia
  • Data Karyawan




6. Import/Export

  • Export data
  • Field bisa diproses sebelum diexport
  • Dapat mengexport field yang dipilih dengan fasilitas filter
  • Format data csv atau tsv
  • Dapat mengexport data Pelanggan, Pemasok, Persediaan, Bank, Karyawan dan Jurnal.

7. External Interfaces
  • Modular
  • Dapat terhubung dengan aplikasi e-commerce
  • Download pesanan online dari sistem shopping cart dengan satu tombol
  • Upload informasi produk dari Phreebooks ke sistem shopping cart
8. Multi Perusahaan

  • Mampu menangani banyak perusahaan dalam satu database
  • Perusahaan baru dapat dibuat dari menu setup maupun meng-copy dari perusahaan yang sudah ada
9. Laporan dan Form

  • Tersedia laporan dan form standart
  • Tersedia report designer untuk membuat laporan dan form
10. Pembayaran

  • Berbagai macam metode pembayaran
  • Dapat ditambahkan modul pembayaran baru
11. Pengiriman

  • Modul pengiriman yang modular, dapat dihubungkan dengan beberapa kurir/expedisi
  • Tersedia modul pengiriman: free shipping, flat rate, FedEx, dll.
12. Keamanan

  • Setiap menu terdapat program security access (none, read only, enter, edit dan full) per pengguna
  • Akun pengguna terpisah per perusahaan
13. Lain-Lain

  • Pop up windows untuk memudahkan navigasi dan menemukan informasi yang dibutuhkan
  • Fasilitas Backup dan Restore data
  • Multi Bahasa. Setiap pengguna dapat memilih bahasa masing-masing
  • Platform independent. Dapat berjalan pada hampir semua sistem operasi
  • Berbasis web, dapat diakses dari semua internet browser dari mana saja.

Sunday, November 24, 2013

PhreeBooks! Software ERP Gratis Untuk UKM


Bicara tentang software ERP, tentunya kita sering mendengar SAP atau Oracle yang harganya mencapai miliaran rupiah. Bagaimana dengan perusahaan skala kecil dan menengah yang tentu saja tidak memiliki budget sebesar itu.

Beberapa hari lalu PhreeBooks baru saja merelease versi terbarunya. Apa itu PhreeBooks? Mungkin banyak yang belum mengenal PhreeBooks.
PhreeBooks pertama kali direlease pada tahun 2008. Pada saat itu PhreeBooks merupakan software Akuntansi. Tidak ada modul yang mendukung sistem ERP pada saat itu. Kemudian PhreeBooks berkembang dan ditambahkan beberapa modul yang membuat PhreeBooks tidak lagi disebut sebagai software akuntansi, tetapi sudah mengklaim dirinya sebagai software ERP. Bahkan PhreeBooks sempat mengganti namanya menjadi Phreedom ERP sebelum dikembalikan lagi menjadi PhreeBooks. Walaupun fitur-fiturnya masih jauh ketinggalan dibanding SAP atau Oracle, namun Phreebooks sangat bermanfaat terutama bagi perusahaan kecil yang membutuhkan software ERP yang simple dan user friendly.

PhreeBooks merupakan software ERP gratis yang dibuat khusus untuk perusahaan skala kecil sampai menengah. Phreebooks dapat didownload gratis di http://sourceforge.net/projects/phreebooks/
Anda juga dapat mencoba versi demo nya di http://www.phreebooks.com/demo/

Wednesday, August 21, 2013

Mengapa kantor-kantor swasta masih pake software bajakan?

Tahun 2006 pemerintah telah menjalin MOU dengan Microsoft. Sejalan dengan MOU tersebut, Polri langsung bertindak dengan menyebar surat yang berisi "Pembajakan atas hak cipta adalah tindakan kriminal!". Surat tersebut merupakan peringatan bagi pengguna software bajakan agar me-lisensikan softwarenya sebelum ada tindakan dari kepolisian. Polri ternyata tidak main-main. Kantor-kantor swasta dan warnet-warnet menjadi target pemeriksaan.

Ancaman hukumannya juga tidak main-main. Bagi pembuat materi bajakan adalah 7 tahun penjara dan/atau denda Rp 5 miliar. Sedangkan bagi pengedar dan pengguna dikenakan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan/atau denda Rp 500 juta.

Bahkan BSA memberikan imbalan hingga Rp 100 juta bagi orang yang melaporkan pemakaian software bajakan.

Kondisi tersebut membuat saya takut menggunakan software bajakan. Tapi ironisnya, banyak sekali klien saya (UKM) yang masih menggunakan software bajakan. Apa sebabnya?
1. Banyak pengusaha yang belum paham mengenai lisensi dan ancaman hukumannya.
2. Banyaknya kantor-kantor yang masih menggunakan software bajakan namun belum ditindak oleh pihak kepolisian. Sehingga mereka menganggap tidak perlu beli lisensi. Ini merupakan bom waktu. Kalau tiba-tiba Polri menggelar razia atau ada orang yang melaporkan bahwa kantor tersebut menggunakan software bajakan, maka hukuman penjara dan denda ratusan juta rupiah mengancam.

Sebagai pengusaha tentunya kita tidak mau ambil risiko. Tapi bagaimana dengan biaya lisensi? Coba kita hitung. Software bajakan yang biasa digunakan oleh perkantoran adalah
1. Windows 7
2. Microsoft Office 2013
3. Microsoft SQL Server 2012
4. Windows Server Enterprise 2008
5. Kaspersky Antivirus

Misalnya sebuah UKM dengan jumlah PC 25 unit dan 1 unit server artinya membutuhkan lisensi sebagai berikut
1. Windows 7 24 License (Rp 2.414.500 X 24)
2. Windows Server Enterprise 2008 (25 Client) 1 License (Rp 29.857.328)
3. Microsoft Office 2010 24 License (Rp 2.381.000 X 24)
4. Microsoft SQL Server 2012 5 Client (Rp 20.458.725)
5. Kaspersky Antivirus 25 License (Rp 5.000.000)

Total Rp 170,408,053,-
Bagi perusahaan tertentu mungkin nilai tersebut tidak besar, namun untuk perusahaan dengan skala kecil yang masih sangat membutuhkan cash flow, mengeluarkan dana sebesar itu mungkin terlalu berat.

Sebenarnya ada solusi lain. Yaitu menggunakan Free Open Source Software. Kita bisa mengganti software komersil berlisensi dengan software gratis.
1. Windows 7 diganti dengan Linux Ubuntu
2. Windows server diganti dengan Linux Ubuntu Server
3. Microsoft Office diganti dengan Libre Office
4. Microsoft SQL Server diganti dengan PosgreSQL
5. Kaspersky Antivirus diganti dengan ClamAV

Keberadaan Free Open Source Software (FOSS) tersebut tidak lantas membuat pengguna beralih dari software bajakan. Tentunya ada alasannya.
1. Tidak mengetahui adanya software gratis.
2. Anggapan bahwa software gratis kurang bagus dibanding software komersil.
3. Anggapan bahwa software gratis tidak user friendly.
4. Tidak tahu cara mendapatkan software gratis.
5. Tidak tahu cara menggunakan software gratis.
6. Tidak mau merubah kebiasaan.


Tuesday, August 20, 2013

Bagaimana Meng-install Adempiere Pada System Operasi Windows?

1. Download Software-software yang dibutuhkan.
- Java JDK 1.6
- Postgresql 8.4.17
- Adempiere 370LTS

2. Install Java JDK 1.6 dan Postgresql 8.4.17.

3. Extract Adempiere_370LTS.zip

4. Set Windows Environment.
Buka System Properties. Klik Environment Variables.

Buat System Variables baru. Klik New.

Variable Name: ADEMPIERE_HOME
Variable Value: C:\Adempiere (Direktori Anda extract Adempiere_370LTS.zip)

Variable Name: JAVA_HOME
Variable Value: C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_17

Edit Variable Path. Tambahkan "C:\Program Files\PostgreSQL\8.4\bin;C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_17\bin" pada variable value".

5. Buat Database Baru.
Buka Program Postgresql 8.4/pg Admin III
Klik kanan Postgresql8.4, pilih Connect. Masukan UserID dan password sesuai dengan yang Anda buat saat installasi Postgresql8.4.

Buat New Login Role.
Buat New Database

6. Run Setup Adempiere
Jalankan file C:\Adempiere\Run_Setup.bat.
Klik Test untuk menguji apakah parameter yang Anda isikan sudah benar. Jika sudah benar semua, klik Save.

7. Run Import Adempiere
Jalankan file C:\Adempiere\utils\Run_Import_Adempiere.bat.

8. Run Server
Selamat!. Saat ini Anda sudah berhasil menginstall Adempiere. Sekarang tinggal menjalankan Server. Jalankan file C:\Adempiere\utils\Run_Server2.bat

9. Login To Adempiere
Buka internet browser Anda. Ketikan http://your-computer-name/webui/
Masukan UserID dan Password: GardenAdmin

Sunday, August 18, 2013

Apa itu ADempiere?

Adempiere adalah software ERP gratis dan open source (Free Open Source Software). Adempiere lahir pada tahun 2006 dan merupakan turunan dari Compiere. Adempiere merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas.

Keuntungan menggunakan Adempiere.
1. Gratis. Tidak perlu beli lisensi.
2. Opensource. Perusahaan dapat melakukan modifikasi sesuai kebutuhan.

Kelemahan menggunakan Adempiere.
1. Dokumentasi tidak lengkap. Banyak sekali fitur-fitur adempiere yang tidak didokumentasikan.

Bagi Anda yang belum menggunakan Enterprise System pada perusahaan Anda, tidak ada salahnya mencoba Adempiere.
Adempiere dapat didownload di http://sourceforge.net/projects/adempiere/

Monday, May 20, 2013

Apakah Usaha Kecil/Mikro dapat menggunakan ERP?

Perusahaan skala kecil/mikro juga dapat mengambil manfaat dari sistem ERP.
Tidak perlu menunggu perusahaan menjadi besar baru menerapkan ERP, justru ERP diharapkan mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan untuk mampu tumbuh menjadi besar.

Keuntungan menerapkan ERP bagi perusahaan kecil/mikro:
1. Permasalahan tidak terlalu kompleks, sehingga ERP lebih mudah diimplementasikan
2. Biaya implementasi tidak terlalu tinggi karena kompleksitas yang rendah
3. Dengan sistem ERP, perusahaan memiliki competitive advantage dibandingkan perusahaan kompetitor

Selain keuntungan diatas, biasanya perusahaan kecil/mikro memiliki kesulitan dalam menerapkan sistem ERP. Permasalahan terbesar adalah dalam hal biaya. Biaya yang dibutuhkan dalam implementasi ERP biasanya adalah Software Licenses, Training/konsultasi, Maintenance. Biaya yang dihabiskan mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Namun masalah biaya sebenarnya bukan penghambat bagi perusahaan kecil/mikro untuk bisa menerapkan ERP. Biaya ERP bisa ditekan dengan menggunakan software opensource seperti Adempiere. Dengan menggunakan Adempiere, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya lisensi sehingga sangat menghemat biaya.

Software Akuntansi VS Software ERP


Mungkin banyak yang bertanya, apa bedanya software akuntansi dengan software ERP.

Simple saja, akuntansi berarti proses mencatat mengolah dan melaporkan transaksi keuangan. Sedangkan ERP singkatan dari Enterprise Resource Planning atau dalam bahasa Indonesia adalah perencanaan sumber daya perusahaan.

Kalau diibaratkan dengan menyetir mobil, akuntansi seperti melihat kaca spion sedangkan ERP melihat ke kaca depan. Maksud saya adalah akuntansi menampilkan keadaan historis dari sebuah perusahaan, sedangkan ERP menampilkan masa depan perusahaan.

Untuk melihat masa depan perusahaan, pastinya kita perlu melihat data masa lalu dan keadaan saat ini. Artinya didalam ERP sudah pasti terdapat akuntansi.